REAL NEWS – PT PLN (Persero) bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) tengah mempersiapkan pembangunan jaringan listrik untuk menunjang aktivitas pertambangan di wilayah Luwu. Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada Mei 2026 dan ditargetkan tuntas pada November 2026.
Area Manager PT Masmindo Dwi Area, Kusnadi, menyebutkan kebutuhan daya listrik di lokasi tambang diproyeksikan mencapai 23 MVA. Seluruh operasional nantinya akan bergantung pada pasokan listrik dari PLN.
“Kebutuhan listrik di site Masmindo diperkirakan sekitar 23 MVA, dan semuanya akan disuplai oleh PLN untuk mendukung kegiatan operasional tambang,” ujarnya usai menghadiri pertemuan bersama Bupati Luwu, Kamis (2/3/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama antara kedua pihak telah memasuki tahap awal melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Dalam kerja sama tersebut, PLN bertanggung jawab terhadap penyediaan jaringan dan suplai listrik, sementara Masmindo akan memanfaatkan daya sesuai kebutuhan operasional.
“Kesepakatan dengan PLN sudah berjalan, termasuk MoU. PLN menangani penyediaan jaringan, sedangkan kami fokus pada penggunaan listrik untuk kegiatan tambang,” jelasnya.
Menanggapi sejumlah usulan dari Pemerintah Kabupaten Luwu, seperti pengadaan lampu penerangan jalan dan fasilitas transportasi karyawan, Kusnadi mengakui hal tersebut telah menjadi bagian dari rencana perusahaan, meski masih memerlukan pembahasan lanjutan.
“Untuk penerangan jalan dan transportasi karyawan sebenarnya sudah masuk dalam rencana, tetapi akan kami kaji lagi secara internal terkait teknis pelaksanaannya,” tambahnya.
Di sisi lain, Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Palopo, Rahmat Anshari, mengungkapkan bahwa pembangunan jaringan listrik ini akan mencakup jalur sepanjang kurang lebih 45 kilometer.
“Jaringan yang akan dibangun sekitar 45 kilometer, dimulai dari Gardu Induk Belopa hingga ke lokasi tambang PT Masmindo,” ungkap Rahmat.
Ia menegaskan kapasitas daya sebesar 23 MVA dinilai cukup untuk menopang seluruh kebutuhan listrik di area pertambangan tersebut.
“Kapasitas 23 MVA ini telah diperhitungkan agar mampu memenuhi kebutuhan listrik secara menyeluruh di site tambang,” katanya.
Rahmat menambahkan, proses pembangunan dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 dengan target penyelesaian pada November 2026.
“Pekerjaan direncanakan dimulai Mei dan diharapkan rampung pada November 2026,” tutupnya.

