Realnews16.my.id,Latimojong, 8 Desember 2024 – Warga dari lima desa di Kecamatan Latimojong, yaitu Desa Pajang, Desa Ulusalu, Desa Sarek, Desa Lamban, dan Desa Tibussan, bersatu dalam aksi gotong royong memperbaiki aliran sungai kecil yang telah merusak jalan poros penghubung antar desa. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan akses jalan yang vital bagi aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/12) ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga, tokoh adat, hingga pemerintah desa. Kepala Desa Ulusalu, Kadarusman, mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dalam kegiatan ini.
"Gotong royong ini adalah bukti bahwa tanggung jawab menjaga infrastruktur desa adalah milik bersama. Ketika masyarakat bersatu, setiap permasalahan dapat kita selesaikan bersama. Perbaikan aliran sungai ini adalah langkah nyata untuk memastikan aksesibilitas dan meningkatkan kualitas hidup warga," ujar Kadarusman.
Kerusakan jalan akibat aliran sungai yang tak terkendali ini telah menjadi kendala serius, terutama bagi petani yang mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil bumi mereka ke pasar. "Kami berharap setelah perbaikan ini, jalan poros Kadundung-Panjang kembali optimal sebagai jalur utama perekonomian warga," tambahnya.
Selain memperbaiki aliran sungai, masyarakat juga bekerja sama membangun tanggul sementara untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di masa depan. Pemerintah Kecamatan Latimojong turut mendukung inisiatif ini dengan memberikan bantuan teknis dan logistik.
Camat Latimojong, dalam keterangannya, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi contoh solidaritas masyarakat yang patut diapresiasi. "Ini adalah wujud nyata dari kearifan lokal yang terus hidup di tengah masyarakat kita. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama, pembangunan dapat terus berjalan meskipun dengan keterbatasan anggaran," ujarnya.
Gotong royong ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Latimojong untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan infrastruktur, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(ZN)







