Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa fenomena ini disebabkan oleh pasang maksimum yang terjadi akibat fase Bulan Purnama pada 12 Februari 2025 pukul 18.00–21.00 WITA. Kondisi ini diperparah dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di sepanjang Pesisir Barat Sulawesi Selatan.
Adapun wilayah yang diperkirakan terdampak banjir pesisir meliputi:
- Pesisir Kabupaten Pinrang
- Pesisir Kota Parepare
- Pesisir Kabupaten Barru
- Pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
- Pesisir Kabupaten Maros
- Pesisir Kota Makassar
- Pesisir Kabupaten Takalar
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat, permukiman pesisir, tambak garam, serta perikanan darat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga dalam menghadapi dampak dari pasang maksimum dan curah hujan tinggi. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memperbarui informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG guna mengantisipasi potensi risiko yang lebih besar.
Laporan ini ditandatangani oleh Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Paotere Makassar, Laode Bangsawan, serta Prakirawan BMKG, Muhammad Fuad Islami. (Tim/Red)






