Walau wajah-wajah para anggota terlihat tegang, semangat dan kekompakan mereka tetap terjaga. Sang Saka Merah Putih pun bisa berkibar gagah di ujung tiang, membuat masyarakat yang hadir merasa haru sekaligus bangga. Suara tepuk tangan pecah usai bendera sukses dinaikkan tanpa hambatan.
Pelatih Paskibraka 2025, Aiptu Erwin Setiawan, mengaku keberhasilan ini buah dari latihan keras yang dilakoni para siswa selama hampir dua pekan. “Latihan kami susun bertahap dan terstruktur. Semua pihak ikut mendukung, makanya hasilnya bisa kita lihat hari ini. Alhamdulillah berjalan lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan, latihan dipandu tim dari Polres Luwu, yakni dirinya bersama Aipda Rudy Salam dan Bripka Rhiana. Metode latihan yang diterapkan, menurutnya, tidak hanya menekankan teknik baris-berbaris dan formasi, tetapi juga pembentukan mental serta karakter.
“Adik-adik Paskibraka ini kita siapkan bukan cuma untuk mengibarkan bendera, tapi juga bagaimana mereka punya disiplin, tanggung jawab, dan mental kuat untuk masa depannya,” kata Erwin.
Sebelum pelaksanaan upacara, Bupati Luwu, Patahudding, sempat memberi pesan saat pengukuhan anggota Paskibraka 2025. Ia menekankan, tugas mengibarkan bendera Merah Putih adalah sebuah kehormatan besar.
“Pengalaman ini jangan dianggap biasa. Ini akan menuntun kalian menjadi generasi yang berintegritas dan siap mengabdi untuk bangsa, di manapun berada. Mengibarkan bendera itu amanah, karena di dalamnya ada kebanggaan bangsa dan harapan masyarakat Luwu,” tutur Bupati.(*)






