Pernyataan ini disampaikan menyusul banjir terbaru yang kembali melanda Desa Pabaresseng, mengancam keselamatan warga dan infrastruktur desa. "Keselamatan penduduk kami sudah sangat terancam. Jika hal ini terus berlanjut tanpa penanganan serius, kami khawatir dampaknya akan semakin besar," ujar Bugedang.
Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana segera turun tangan untuk meninjau langsung situasi di desa mereka. "Dalam satu tahun terakhir, hujan deras telah menyebabkan banjir dua kali di desa kami," tambahnya.
Banjir yang terjadi kali ini mengakibatkan genangan air mencapai pinggir pondasi kantor desa dan meluas hingga ke jalan, dengan ketinggian mencapai satu meter di beberapa titik. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga serta menimbulkan ancaman keselamatan bagi mereka.
"Kami sangat berharap pemerintah setempat dan pemerintah daerah segera bertindak untuk mengatasi masalah ini. Penanganan darurat sangat dibutuhkan agar dampak banjir dapat diminimalkan," tegasnya.
Lebih lanjut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan tanggul yang lebih kokoh. Mereka mengusulkan penggunaan material batu gajah daripada bronjong, yang dinilai kurang tahan lama karena besinya mudah berkarat akibat air laut yang sering naik saat pasang.
"Kami ingin tanggul yang benar-benar kuat dan mampu melindungi desa kami dalam jangka panjang," tegas Bugedang. Ia pun menyampaikan apresiasi atas perhatian yang telah diberikan, namun menekankan pentingnya langkah konkret untuk menangani bencana ini.
"Kami memohon agar masalah ini segera ditindaklanjuti demi keselamatan dan kesejahteraan warga kami," pungkasnya.(Tim)







